DPRDKota Bandung menyarankan diberlakukan sistem ganjil genap bagi mobil pribadi. Dishub Kota Bandung Pertimbangkan Saran Penerapan Ganjil-Genap untuk Urai Kemacetan | Republika Online REPUBLIKA.ID
DiYogyakarta, kota kita tercinta ini, kemacetan terjadi setiap hari pada titik-titik yang menjadi jalur pergerakan para pekerja dan siswa dari tempat tinggal menuju lokasi kerja dan sekolah. Kemacetan yang berulang pada jangka lebih panjang cenderung terjadi pada musim liburan maupun lebaran. Pada tahap kedatangan dan kepulangan, kemacetan parah akan terjadi pada jalan-jalan arah luar kota (misalnya Jalan Magelang, Jalan Solo, Jalan Palagan dan Jalan Wates).
Jaluritu diyakini akan mengurai kemacetan di Kota Kendari. Kini progres proyek pembangunan inner ringroad sekira 50 persen lebih. Wali Kota Sulkarnain menjelaskan, tujuan utama pembangunan inner ringroad yakni untuk mengurai kemacetan yang kerap dialami warga. Tepatnya di Jalan MT Haryono (Pasar Baru - Kampus Baru) dan Jalan ZA Sugianto (Depan
Red Dwi Murdaningsih Memanfaatkan ruang udara di atas kota diyakini menjadi solusi kemacetan. REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kendaraan dimensi ketiga diharapkan bisa jadi solusi bagi kemacetan lalu lintas yang makin parah. Mobilitas udara menjanjikan tempo perjalanan lebih cepat dan mudah bagi masa depan.
Masalahmasalah seperti banjir, kemacetan dan masalah kota yang ada, publik dapat menggunakan data yang dikumpulkan untuk melihat skema kejahatan dan mengantisipasi peristiwa berulang di masa depan. 2. Mempercepat mobilitas. Kota yang telah berhasil memfasilitasi mobilitas harian memiliki potensi waktu perjalanan dari 15% hingga 20%. Namun,
Memanfaatkanruang udara di atas kota diyakini menjadi solusi kemacetan. REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kendaraan dimensi ketiga diharapkan bisa jadi solusi bagi kemacetan lalu lintas yang makin parah. Mobilitas udara menjanjikan tempo perjalanan lebih cepat dan mudah bagi masa depan.
Gampang Pemerintah wajib hukumnya melibatkan arsitek-arsitek yang kreatif dan inovatif. Pakar-pakar transportasi agar jangan hanya asal pesta komentar. Tetapi perlu adanya sinergi. Mereka harus diberi tanggung jawab mendesain kota masa depan anti kemacetan. Kuncinya, lebar jalan harus sama dengan panjang jalan.
PembangunanIbukota baru di Indonesia, katanya akan mengusung konsep kota 15 menit. Banyak orang kurang paham dengan apa yang dimaksud dengan kota 15 menit, jadi sebenarnya ini konsep kota modern di masa depan. Dimana nantinya seluruh kota di banyak negara dunia akan perlahan menerapkan kota 15 menit, jadi simple begini akan ada penataan kota dimana konsep ini menekankan bahwa seluruh fasilitas ko
MenataMasa Depan Ruang Perkotaan dengan Konsep "Transit Oriented Development". Seperti yang kita ketahui, (sebagian besar) perkotaan dan kemacetan merupakan dua hal yang saling berkaitan. Kemacetan sendiri merupakan buah dari beberapa faktor permasalahan yang disebabkan oleh penduduk kota itu. Beberapa faktor diantaranya adalah meningkatnya
TanjungBunga adalah sebuah kelurahan di Kecamatan Tamalate, Kota Makassar, Sulawesi Selatan dan sebagian wilayahnya masuk Kabupaten Gowa. Jl Metro Tanjung Bunga, Makassar, diabadikan beberapa waktu lalu sebelum pengerjaan proyek betonisasi. Perkembangan Kasawan Tanjung Bunga dengan visi menjadi Kota Masa Depan tidak terlepas dari tangan PT
dbGCf. SOLO – Pertumbungan jumlah kendaraan pribadi di Kota Bengawan sudah mengkhawatirkan. Sementara ini tidak diimbangi pertambahan ruas jalan. Bila tetap dibiarkan dalam jangka panjang kemacetan akan menjadi ancaman masa depan kota. Kepala Dinas Perhubungan Kota Surakarta Hari Prihatno memperlihatkan data cukup mencengangkan. Jumlah kendaraan pribadi milik warga Solo sampai saat ini sudah tembus 850 ribu unit. Jumlah ini diyakini bakal terus bertambah setiap tahunnya. “Data ini berdasar hasil uji publik yang kami lakukan. Jika dikomparasikan dengan data volume kendaraan yang melintas di Solo sebelum pandemi, Red dengan 2 juta kendaraan per hari, tentu kepadatan di Kota Solo sangat tinggi,” beber Hari. Karena itu, perlu pengembangan dan perluasan layanan. Agar bisa mengubah pola mobilitas warga dari kendaraan pribadi ke kendaraan umum. Caranya dengan memaksimalkan layanan transportasi publik. Ini sudah dirintis sejak 2010 dengan menghadirkan Batik Solo Trans BST. “Pengembangan dilakukan dengan berbagai tahap. Mulai dari perbaikan armada, perbaikan pelayanan, hingga konsep buy the service 2018-sekarang. Dari perluasan daya jelajah, kami sudah bisa menghubungkan layanan transportasi publik yang melayani penumpang di permukiman dengan feeder dan penumpang di jalan utama dengan BST. Yang juga terkoneksi dengan angkutan aglomerasi Trans Jateng,” jelas dia. Dishub Surakarta juga akan segera meluncurkan dua koridor baru BST pada 2022. Dengan dua tambahan itu, seluruh jalur antarwilayah yang bersinggungan dengan kabupaten sekitar bakal terfasilitasi seluruhnya. “Terkait perluasan pelayanan, sudah ada pembicaraan dengan pemerintah pusat terkait pembukaan dua koridor baru. BST koridor 5 Kartasura-Banyuanyar-Bekonang dan BST koridor 6 Terminal Tirtonadi-Solo Baru. Kalau koridor sebelumnya dari barat-timur dan sebaliknya. Dua koridor baru ini akan memfasilitasi penumpang dari utara ke selatan dan sebaliknya,” tambah Kepala Bidang Angkutan Dishub Kota Surakarta Taufiq Muhammad. Grand desain angkutan perkotaan di Kota Solo sebetulnya sudah sejak era Wali Kota Joko Widodo hingga saat ini. Hanya praktiknya mulai disesuaikan dengan kebutuhan dan kemajuan teknologi dan kemajuan zaman. Angkutan perkotaan yang sudah dirancang sedemikian rupa ini bisa makin terkoneksi dengan moda transportasi lainnya. Mulai dari aglomerasi, kereta api, hingga pesawat terbang sehingga memudahkan masyarakat untuk berpergian lebih mudah. “Dengan transportasi publik yang aman, nyaman, tepat waktu, dan murah maka masyarakat semakin hari akan beralih ke kendaraan umum. Sehingga ke depan bisa mengatasi kemacetan,” ujarnya. Selama pemberlakuan pemberlakuan pembatasna kegiatan masyarakat PPKM, diakui penumpang BST-Feeder mengalami penurunan. Namun, di PPKM level 3 ini mulai meningkat lagi. “Penumpang seluruh koridor BST itu sekitar penumpang per hari. Kalau feeder penumpang per hari. Jika tidak masa pandemi pasti bisa lebih tinggi,” kata dia. Dengan dua penambahan koridor baru di 2022 diharapkan BST-feeder mampu menjadi pilihan utama untuk menunjang mlobilitas masyarakat Kota Bengawan. “Saat ini masih berlalu buy the service, jadi masih gratis. Ke depan tentu akan mulai berbayar, tapi tarifnya tidak mahal. Karena berpindah armada cukup sekali bayar. Mungkin sekitar Rp untuk umum, kalau tarif pelajar separonya,” tutur Taufiq. ves/bun/dam SOLO – Pertumbungan jumlah kendaraan pribadi di Kota Bengawan sudah mengkhawatirkan. Sementara ini tidak diimbangi pertambahan ruas jalan. Bila tetap dibiarkan dalam jangka panjang kemacetan akan menjadi ancaman masa depan kota. Kepala Dinas Perhubungan Kota Surakarta Hari Prihatno memperlihatkan data cukup mencengangkan. Jumlah kendaraan pribadi milik warga Solo sampai saat ini sudah tembus 850 ribu unit. Jumlah ini diyakini bakal terus bertambah setiap tahunnya. “Data ini berdasar hasil uji publik yang kami lakukan. Jika dikomparasikan dengan data volume kendaraan yang melintas di Solo sebelum pandemi, Red dengan 2 juta kendaraan per hari, tentu kepadatan di Kota Solo sangat tinggi,” beber Hari. Karena itu, perlu pengembangan dan perluasan layanan. Agar bisa mengubah pola mobilitas warga dari kendaraan pribadi ke kendaraan umum. Caranya dengan memaksimalkan layanan transportasi publik. Ini sudah dirintis sejak 2010 dengan menghadirkan Batik Solo Trans BST. “Pengembangan dilakukan dengan berbagai tahap. Mulai dari perbaikan armada, perbaikan pelayanan, hingga konsep buy the service 2018-sekarang. Dari perluasan daya jelajah, kami sudah bisa menghubungkan layanan transportasi publik yang melayani penumpang di permukiman dengan feeder dan penumpang di jalan utama dengan BST. Yang juga terkoneksi dengan angkutan aglomerasi Trans Jateng,” jelas dia. Dishub Surakarta juga akan segera meluncurkan dua koridor baru BST pada 2022. Dengan dua tambahan itu, seluruh jalur antarwilayah yang bersinggungan dengan kabupaten sekitar bakal terfasilitasi seluruhnya. “Terkait perluasan pelayanan, sudah ada pembicaraan dengan pemerintah pusat terkait pembukaan dua koridor baru. BST koridor 5 Kartasura-Banyuanyar-Bekonang dan BST koridor 6 Terminal Tirtonadi-Solo Baru. Kalau koridor sebelumnya dari barat-timur dan sebaliknya. Dua koridor baru ini akan memfasilitasi penumpang dari utara ke selatan dan sebaliknya,” tambah Kepala Bidang Angkutan Dishub Kota Surakarta Taufiq Muhammad. Grand desain angkutan perkotaan di Kota Solo sebetulnya sudah sejak era Wali Kota Joko Widodo hingga saat ini. Hanya praktiknya mulai disesuaikan dengan kebutuhan dan kemajuan teknologi dan kemajuan zaman. Angkutan perkotaan yang sudah dirancang sedemikian rupa ini bisa makin terkoneksi dengan moda transportasi lainnya. Mulai dari aglomerasi, kereta api, hingga pesawat terbang sehingga memudahkan masyarakat untuk berpergian lebih mudah. “Dengan transportasi publik yang aman, nyaman, tepat waktu, dan murah maka masyarakat semakin hari akan beralih ke kendaraan umum. Sehingga ke depan bisa mengatasi kemacetan,” ujarnya. Selama pemberlakuan pemberlakuan pembatasna kegiatan masyarakat PPKM, diakui penumpang BST-Feeder mengalami penurunan. Namun, di PPKM level 3 ini mulai meningkat lagi. “Penumpang seluruh koridor BST itu sekitar penumpang per hari. Kalau feeder penumpang per hari. Jika tidak masa pandemi pasti bisa lebih tinggi,” kata dia. Dengan dua penambahan koridor baru di 2022 diharapkan BST-feeder mampu menjadi pilihan utama untuk menunjang mlobilitas masyarakat Kota Bengawan. “Saat ini masih berlalu buy the service, jadi masih gratis. Ke depan tentu akan mulai berbayar, tapi tarifnya tidak mahal. Karena berpindah armada cukup sekali bayar. Mungkin sekitar Rp untuk umum, kalau tarif pelajar separonya,” tutur Taufiq. ves/bun/dam
Daya tarik perkotaan sebagai penyedia berbagai fasilitas sosial, bisnis, dan budaya yang membuka peluang ekonomi melahirkan urbanisasi. Hal ini telah terjadi di berbagai negara, khususnya negara berkembang yang membutuhkan tenaga kerja dan memiliki target pertumbuhan ekonomi yang tinggi. Namun tidak semua negara siap menanggapi isu urbanisasi ini. Urbanisasi akan meningkat seiring dengan kebutuhan akan perjalanan dan dengan ketidaksiapan fasilitas transportasi, kemacetan umumnya terjadi. Kemacetan lalu lintas merupakan permasalahan yang sudah lama terjadi di kota-kota besar Indonesia. Tidak hanya Jakarta, laporan Bank Dunia tahun ini menyebut kota-kota besar lainnya seperti Padang, Sumatra Barat; Malang, Jawa Timur; Pontianak, Kalimantan Barat; Bengkulu; dan Yogyakarta termasuk ke dalam kota dengan rasio waktu kemacetan tertinggi. Kemacetan menghabiskan banyak waktu keseharian masyarakat. Ambil contoh di ibu kota Jakarta. Setiap tahunnya masyarakat Jakarta menghabiskan lebih dari 400 jam di jalan. Tidak berbeda dengan Jakarta, di kota lain seperti Padang dan Yogyakarta, seperempat waktu perjalanan mereka habis di tengah kemacetan. Salah satu penjelasan mengapa kemacetan terjadi di kota-kota besar, seperti Jakarta, adalah karena fenomena urbanisasi atau perpindahan masyarakat dari desa ke kota. Untuk mengatasinya diperlukan upaya dari pemerintah dan dukungan dari masyarakat. Kompleksitas dan kemacetan kota besar di Indonesia Hubungan antara pola ruang antar kawasan, urbanisasi, motorisasi, dan infrastruktur jalan, serta angkutan umum merupakan penyebab terjadinya kemacetan di daerah perkotaan di Indonesia. Total kerugian yang diciptakan oleh kemacetan di 28 kota di Indonesia mencapai Rp56 triliun. Jakarta menanggung sekitar Rp36 triliun dari jumlah itu. Tidak hanya kerugian ekonomi, dampak dari kemacetan terbukti berpengaruh terhadap meningkatnya stres, penurunan kesehatan masyarakat, dan meningkatnya polusi udara Daerah perkotaan menyediakan fasilitas sosial, bisnis, dan budaya serta peluang untuk memenuhi kebutuhan ekonomi dan sosial bagi masyarakat. Urbanisasi berkembang sebagai usaha mencapai peningkatan pertumbuhan ekonomi. Hal ini akan mendorong meningkatnya kebutuhan akan perjalanan sehingga perlu diakomodasi dengan penyediaan infrastruktur transportasi. Jika tidak berhasil diakomodasi, akan timbul kemacetan. Oleh karena itu, urbanisasi menjadi salah satu penyebab utama terjadinya kemacetan. Hal ini bisa kita lihat terjadi di Jakarta. kegiatan ekonomi Jakarta yang bergantung pada daerah penyangganya, yaitu Bogor, Depok, Bekasi, dan Tangerang, telah menciptakan arus lalu lintas yang signifikan dan kemacetan di dalam Jakarta. Hal ini diperburuk dengan semakin banyak orang yang menggunakan kendaraan bermotor dan belum tersedianya angkutan umum massal yang handal antar kawasan. Perilaku individu dalam memenuhi kebutuhan perjalanannya ikut andil dalam menyebabkan kemacetan. Tuntutan kesesuaian dengan gaya hidup, dukungan terhadap aktivitas pekerjaan, serta kualitas layanan transportasi publik yang kurang memadai menjadi pendorong orang menggunakan kendaraan pribadi. Solusi dari pemerintah dan tantangannya Pemerintah bukan tanpa usaha dengan meningkatkan investasi terhadap transportasi perkotaan. Bahkan di Jakarta, sejak awal 2010 hingga saat ini, pemerintah terus meningkatkan jaringan kereta commuter line Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi yang saat ini telah mengangkut lebih dari 300 juta penumpang setiap tahunnya atau naik hampir 50% dibanding jumlah penumpang tahun 2010 yang mencapai 203 juta orang. Pada akhir 2018, Moda Raya Terpadu MRT hadir di DKI Jakarta yang kemudian akan diikuti dengan fase selanjutnya. Proyek LRT yang sedang berlangsung juga merupakan bentuk usaha untuk menambah aksesibilitas di kawasan Jabodetabek. Usaha serupa juga dilakukan di kota-kota lain seperti Surabaya, Jawa Timur; Medan, Sumatra Utara; dan Bandung, Jawa Barat. Pemerintah terus bersiap untuk menyediakan angkutan massal berbasis rel di kota-kota ini. Selain angkutan berbasis rel, sejak 2013 pemerintah telah mengembangkan angkutan bus dengan sistem semi–bus rapid transit, di lebih dari 20 kota di Indonesia. Hal ini juga bukan tanpa tantangan. Misalnya, kurangnya daya tarik masyarakat terhadap transportasi publik dan mudahnya mendapatkan kendaraan pribadi menjadi masalah dalam pengoperasian angkutan ini. Solo dan Semarang di Jawa Tengah yang telah terbukti berhasil menjalankan sistem angkutan ini secara berkelanjutan. Kebijakan-kebijakan jangka pendek dan berkelanjutan juga diambil untuk mengatasi kemacetan. Kebijakan ganjil-genap di Jakarta, misalnya. Kebijakan ini membatasi kendaraan bermotor berdasarkan pelat nomor ganjil dan genap. Pro dan kontra terjadi di masyarakat, terutama bagi para pengguna yang merasa hak mobilisasinya dibatasi. Pemerintah telah berusaha untuk mengatasi masalah kemacetan. Namun, upaya pemerintah tidak akan cukup tanpa dukungan dari masyarakat. Mulai dari hal kecil Kesadaran masyarakat untuk berkontribusi mengurangi kemacetan adalah poin penting dalam mengurangi kemacetan. Langkah kecil seseorang bisa secara signifikan berdampak luas dan mempengaruhi individu lainnya. Faktanya, jika pemerintah sudah menyiapkan segala fasilitas, semua kembali lagi kepada masyarakat. Perubahan perilaku masyarakat pelaku transportasi menjadi kunci penting. Secara spesifik, berikut langkah-langkah yang dapat dilakukan oleh masyarakat untuk membantu mengurangi kemacetan Mengurangi jumlah atau jarak perjalanan hal ini dapat dilakukan dengan dengan membuat aktivitas lebih dekat dari lokasi tempat tinggal, atau mengganti aktivitas dengan menggunakan teknologi komunikasi seperti telepon seluler pintar. Dengan hal ini diharapkan jumlah perjalanan dan jarak perjalanan akan berkurang sehingga kemacetan dan emisi transportasi akan berkurang. Menggunakan angkutan umum menggunakan angkutan umum seperti bus atau kereta akan mengurangi penggunaan angkutan pribadi, sehingga perpindahan emisi oleh angkutan pribadi tergantikan oleh angkutan umum yang lebih ramah lingkungan. Keberhasilan implementasi dari pembangunan infrastruktur transportasi dan kebijakan perihal pengelolaan permintaan transportasi bergantung pada semua pihak, baik penyedia layanan yang memastikan kualitas pelayanan, maupun masyarakat sebagai pengguna layanan. Perlu diingat bahwa target untuk mencapai kota yang layak dengan transportasi berkelanjutan perlu dipahami dan diupayakan oleh semua orang. Franklin Ronaldo dan Muhamad Rizki berkontribusi dalam penulisan artikel ini.
kemacetan dan masa depan kota KEMACETAN DAN MASA DEPAN KOTA Transportasi didenifikasikan oleh para ahli sebagai lebutuhan turunan dari sebagai kegiatan ekonomi maupun sosial lihat misal morlock,1985. Tipe kegiatan sosial ekonomi yang berbeda akan memiliki. Dampak kegiatan transportasi yang berbeda pula. Kegiatan transportasi harian relatif menimbullan pergerakan yang bersifat berulang, misalnya yang terjadi pada paea pekerja dan mereka yang menempuh pendidikan di sekolah. Di yogyakarta, kota kita tercinta ini, kemaceyan terjadi setiap hari pada titik-titik yang menjadi jalur peegerakan para pekerja dan siswa di tempat tinggal menuju lokasi kerja dan sekolah. Kemacetan yang berulang pada jangka lebih panjanv cenderung terjadi pada musim liburan maupun lebaran. Pada tahap kedatangan dan kepulangan, kemacetan parah akan terjadi pada jalan-jalan arah luar kotamisalnya jalan magelang,jalan solo,jalan palangan dan jalan wates. Pada rentang di antara masa teesebut, kemacetan dapat dirasakan di pusat kota sebagai lokasi menginap dan tujuan wisata seperti malioboro, prawirotan. Seperti jalan-jalan menuju objek wisata,.seperti parangtritis. Kemacetan harian yang dominan ditimbulkan oleh aktivitas masyarakat dalam lingkup internal. Kemacetan berulang setiap hari merupakan ekses dari pola tempat tinggal, bekerja dan sekolah. Upaya mendekatkan lokasi tempat tinggal dengan lokasi kegiatan merupakan salah satu solusi yang dapat dilakukan. Bentuknya dapat berupa pemberian intensif tempat tinggal berupa rumah susun sewa maupun milik yang cukup nyaman untuk beraktivitas. Selama ini sepertinya belum ada upaya pengaturan pola kegiatan yang sistematis. Struktur teks eksposisi “Kemacetan dan masa depan kota” KEMACETAN DAN MASA DEPAN KOTA Transportasi didenifikasikan oleh para ahli sebagai lebutuhan turunan dari sebagai kegiatan ekonomi maupun sosial lihat misal morlock,1985. Tipe kegiatan sosial ekonomi yang berbeda akan memiliki. Dampak kegiatan transportasi yang berbeda pula. Kegiatan transportasi harian relatif menimbullan pergerakan yang bersifat berulang, misalnya yang terjadi pada paea pekerja dan mereka yang menempuh pendidikan di sekolah. Di yogyakarta, kota kita tercinta ini, kemaceyan terjadi setiap hari pada titik-titik yang menjadi jalur peegerakan para pekerja dan siswa di tempat tinggal menuju lokasi kerja dan sekolah. Kemacetan yang berulang pada jangka lebih panjanv cenderung terjadi pada musim liburan maupun lebaran. Pada tahap kedatangan dan kepulangan, kemacetan parah akan terjadi pada jalan-jalan arah luar kotamisalnya jalan magelang,jalan solo,jalan palangan dan jalan wates. Pada rentang di antara masa teesebut, kemacetan dapat dirasakan di pusat kota sebagai lokasi menginap dan tujuan wisata seperti malioboro, prawirotan. Seperti jalan-jalan menuju objek wisata,.seperti parangtritis. Kemacetan harian yang dominan ditimbulkan oleh aktivitas masyarakat dalam lingkup internal. Kemacetan berulang setiap hari merupakan ekses dari pola tempat tinggal, bekerja dan sekolah. Upaya mendekatkan lokasi tempat tinggal dengan lokasi kegiatan merupakan salah satu solusi yang dapat dilakukan. Bentuknya dapat berupa pemberian intensif tempat tinggal berupa rumah susun sewa maupun milik yang cukup nyaman untuk beraktivitas. Selama ini sepertinya belum ada upaya pengaturan pola kegiatan yang sistematis. Struktur teks eksposisi “Kemacetan dan masa depan kota” 1. Tesis Transportasi didenifikasikan oleh para ahli sebagai kebutuhan turunan dari sebagai kegiatan ekonomi maupun sosial kihat misalanya morlock,1985. Tipe kegiatan sosial ekonomi yang berbeda akan memiliki dampak kegiatan tranaportasi yang berbeda pula. 2. Argumentasi Kegiatan transportasi harian relatif menimbulkan pergerakan yang bersifat berulang, misalnya yang terjadi pada para pekerja dan mereka yang menempuh pendidikan di sekolah. Di yogyakarta, kota kita tercinta ini, kemacetan terjadi setiap hari pada titik-titik yang menjadi jalur pergerakan para pekerja dan siswa dari tempat tinggal menuju lokasi kerja dan sekolah. Kemacetan yabg berulang psda jangka lebih panjang cenderung terjadi pada musim liburan maupun lebaran. Pada tahap kedatangan dan kepulangan, kemacetan parah akan terjadi pada jalan-jalan arah luar kotamisalnya jalan magelang, jalan solo, jalan palangan dan jalan wates . Pada rentang diantara masa tersebut, kemacetan dapat dirasakan di pusat kota sebagai lokasi menginap dan tujuan wisata sepeeto maliobiro,prawirotaman, serta jalan-jalan menuju objek wisata seperti jalan parangtritis. 3. Penegasan Ulang Kemancetan harian yang dominan ditimbulkan oleg aktivitas masyarakat dalam lingkup internal. Kemacetan yang berulang setiap hari merupakan akses dari pola tempat tinggal, Bekerja dan sekolah. Upaya mendekatkan lokasi tempat tinggal dengan kokasi kegiatan merupakan salab satu solusi yang dapat dilakukan. Bentuknya dapat berupa pemberian berupa intensif tempat tinggal rumaah susun sewa maupun milik yang cukup nyaman untuk beraktivitas. Selama ini sepertinya belum ada upaya pengaturan pola berkegiatan yang sistematis. Unsur kebahasaan teks ekposisi “kemacetan dan masa depan kota” 1. Pronomina yaitu jenis kata yang menggantikan nomina atau frasa nomina. persona anda,kamu nonpersona kota tercinta ini 2. Kata leksikal sekolah b. Verba menuju lokasi c. Adjektiva nyaman, tercinta d. Adverbia didefinisikan, di yogyakarta, di sekolah, di pusat kota Jenis teks ekposisi ini adalah eksposisi ilustrasi tugas conyoh teka ekposisi kelompok 2 bethari, silvia ananda, melda agus, novia dwi rahmawati, selvira safitri About The Author Intan