Salah satu bukti berhasilnya pidato Bung Tomo adalah munculnya grafiti-grafiti mengikuti kalimat Bung Tomo: Merdeka atau Mati. Penjajah dari bumi kita Indonesia yang kita cintai ini, sudah lama kita menderita, diperas, diinjak-injak. Sekarang adalah saatnya kita rebut kemerdekaan kita. Kita bersemboyan, MERDEKA ATAU MATI!
Nah, apa isi pidato Bung Tomo yang berhasil membakar semangat pejuang untuk melawan penjajah pada 10 November? Pekikan heroik Bung Tomo berupa Merdeka atau Mati menjadi ikonik pertempuran di Surabaya. Pertempuran Surabaya menjadi perang terbesar dan terberat dalam sejarah revolusi nasional Indonesia, pasca Indonesia menyatakan kemerdekaannya.
Puisi: Merdeka atau Mati Karya: Sides Sudyarto D. S. Merdeka atau Mati. Merah api membakar angkasa Asap tebal menderu hitam lebam Hujan peluru menderu berdesingan Mesiu meledak dimana-mana. Pejuang maju terus dengan sangkur terhunus Karaben dan mitraliur terus menggempur Benteng-benteng penjajah Yang menumpahkan darah.
TRIBUN-VIDEO.COM - Berikut kumpulan puisi kemerdekaan menyentuh hati, bisa jadi referensi di malam 17 Agustus: Merdeka atau Mati. Karya: Yamin. Darah di tanah tak bertuan menggenang.
Jargon "merdeka atau mati" adalah kata-kata bersejarah yang digunakan Bung Tomo dalam pidatonya untuk membangkitkan semangat pejuang Surabaya untuk kembali melawan para penjajah. Sutomo atau yang lebih dikenal dengan Bung Tomo adalah seorang nasionalis yang ingin mati-matian membela Tanah Airnya.
Dari Wikisumber bahasa Indonesia, perpustakaan bebas. Pidato Bung Tomo (1945) oleh Sutomo. 10 November 1945. Karya ini berada pada domain publik di Indonesia karena penciptanya telah meninggal dunia lebih dari 70 tahun yang lalu atau dipublikasikan pertama kali lebih dari 50 tahun yang lalu.
Surabaya -. Bung Tomo merupakan salah satu tokoh dalam Pertempuran 10 November 1945, yang kemudian diperingati sebagai Hari Pahlawan. Pidatonya terkenal dengan semboyan Merdeka atau Mati. Nama aslinya Sutomo. Ia lahir di Kota Surabaya pada 3 Oktober 1920.
Untuk menyatakan Bung Tomo sebagai Pahlawan Penyair Indonesia, ataupun Pahlawan Sastra Indonesia, di sini dihadirkan teks pidato beliau, ketika membakar semangat perjuangan rakyat di Surabaya. MERDEKA ATAU MATI! Dan kita yakin saudara-saudara, pada akhirnya pastilah membuka segala organ diri dalam merangkul memahami puisi, atau diri
Bung Tomo. Pidato Bung Tomo membakar semangat juang arek-arek Surabaya untuk melawan tentara Inggris yang ingin menjajah kembali Indonesia. Foto: IST. KURUSETRA -- Salam Sedulur Nama Bung Tomo melekat erat di setiap perayaan Hari Pahlawan yang diperingati saban 10 November. Pria bernama asli Sutomo itu adalah salah satu tokoh kunci di
Dalam buku Bung Tomo: Hidup dan Mati Pengobar Semangat Tempur 10 November, Bung Tomo merekrut para anggota Barisan Berani Mati secara sukarela melalui siaran radio pemberontakan.Bagi mereka yang mendaftar akan diberi pelatihan militer secara intensif agar dapat diturunkan ke medan perang. Misalnya, cara-cara menggunakan bahan peledak untuk menghadapi kendaraan tempur musuh, cara menggunakan
95GSP.